Minggu, 07 Juli 2019

IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH

ad300
Advertisement

Manusia hidup harus mempunyai pedoman. Pedoman menjadikan hidup terarah dan mendapatkan jalan lurus. Jalan yang diridai oleh Allah. Dasar pedoman adalah Al-Quran dan Hadis. Kitab-kitab Allah diturunkan kepada para rasul-Nya. Sejak zaman dahulu sampai rasul terakhir Muhammad saw.. Kitab-kitab itu disebut juga kitab samawi. Kitab samawi adalah kitab yang berasal dari langit. Kitab Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul Allah swt..
Orang beriman wajib membenarkan bahwa Allah swt. mempunyai kitab-kitab. Kitab-kitab-Nya diturunkan kepada hamba-hamba-Nya. Kitab-kitab tersebut berisi kebenaran dan petunjuk yang jelas.
A.                 Mengenal Kitab-kitab Allah Swt
Kata kitab berasal dari kata:   kataba-yaktubu   yang artinya menulis. Dalam bahasa Arab, kata kitab berarti buku. Awalnya kitab adalah nama dari sahifah atau lembaran. Menurut istilah, kitab adalah kumpulan wahyu Allah swt. yang diturunkan kepada rasul-Nya yang terdapat dalam lembaran dan dijilid menjadi bentuk buku. Kitab Allah adalah firman Allah yang diturunkan kepada rasul-Nya. Kitab tersebut diturunkan sesuai yang dikehendaki Allah. Kitab-kitab itu diturunkan menurut yang diinginkan-Nya.
Mempercayai kitab suci Al-Qur'an berarti percaya dan yakin bahwa Allah menurunkan AlQur'an kepada Nabi Muhammad saw.. Al-Qur'an merupakan pedoman hidup umat Islam. Kita wajib menerima dan mengamalkan isi kitab suci Al-Qur'an

B.                  Nama-nama Kitab Allah Swt

Kitab Allah yang wajib dipercayai ada empat. Masing-masing kitab diturunkan pada zaman tertentu. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s.. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s.. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa a.s.. Kitab Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad saw..
1.       Kitab Taurat

Kitab Taurat berisi petunjuk kebenaran yang dapat dijadikan pedoman untuk memutuskan perkara yang dihadapi oleh orang-orang Yahudi pada saat itu Dalam Kitab Taurat menerangkan dengan tegas akan datangnya nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad saw. Beberapa hukum dalam Kitab Taurat tersebut tidak berlaku lagi setelah diturunkannya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw.. Dan Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa a.s. sekaligus.

2.       Kitab Zabur

Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud a.s.. Kitab Zabur berbahasa Qibti yang artinya tulisan. Turunnya Kitab Zabur kepada Nabi Daud dijelaskan dalam Q.S. An-Nisa ayat 163. Kitab Zabur berisi zikir, pengajaran, dan hikmah. Kitab Zabur tidak memuat hukum agama dan syariat. Nabi Daud a.s. mengikuti dan melaksanakan Kitab Taurat.
Nabi Daud a.s. adalah seorang seniman dengan suara indah. Nabi Daud dapat melunakkan besi dengan tangannya. Hal itu merupakan keistimewaan yang diberikan Allah. Kitab Zabur diajarkan kepada umat Nabi Daud a.s.. Nabi Daud seorang rasul dan Raja bagi kaum Bani Israil. Saat itu Bani Israil mencapai puncak kemegahannya. Nabi Daud memimpin Bani Israil agar menyembah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Isi Kitab Zabur berlaku pada umat Bani Israil.

3.       Kitab Injil

Allah memberikan pedoman hidup melalui Nabi Isa a.s.. Pedoman tersebut berupa kitab suci Injil. Injil berasal dari bahasa Yunani. Menurut Bahasa Arab, Injil artinya Al Bisyarah. Bahasa Indonesianya dapat diartikan dengan kabar gembira.
Kitab Injil bertujuan mengajarkan manusia untuk kembali kepada akidah tauhid. Kitab Injil diturunkan sebagai pedoman untuk menyatakan keyakinan terhadap Allah swt.. Nabi Isa a.s. bertugas memperbaiki agama Bani Israil. Agama yang telah kacau dan menyeleweng. Selain itu Kitab injil juga berisi keterangan dan ajaran-ajaran yang membenarkan atau memperkuat ajaran yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya, yakni Taurat dan Zabur.

4.       Kitab Suci Al-Qur’an

            Al-Qur'an sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur'an kitab suci yang terakhir dan diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.. Al-Qur'an penyempurna kitab-kitab sebelumnya. Isi Al-Qur'an sebagai pegangan umat manusia sepanjang masa.
a.       Pengertian Kitab Suci Al-Quran

Al-Qur'an menurut bahasa artinya bacaan atau yang dibaca. Menurut istilah, Al-Qur'an adalah firman Allah swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.. Diturunkan dalam bentuk wahyu dengan perantara Malaikat Jibril. Nabi Muhammad saw. menyampaikannya kepada para sahabat dan umatnya. Al-Qur'an menjadi pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur'an memuat semua yang terkandung dalam kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur'an disempurnakan dengan pedoman hidup sesuai dengan kehidupan manusia sepanjang zaman.
Al-Qur'an merupakan mukjizat terbesar. Membaca Al-Qur'an termasuk ibadah dan mendapat pahala dari Allah swt.. Al-Qur'an sebagai dasar pokok pedoman dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Peristiwa turunnya Al-Qur'an yang pertama kali disebut Nuzulul Quran. Nuzulul Quran artinya turunnya Al-Qur'an yang pertama. Wahyu Al-Qur'an yang pertama kali
turun kepada Nabi Muhammad saw. adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1 sampai 5.
Kitab suci Al-Qur'an diturunkan secara berangsung-angsur. Lamanya 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur'an diturunkan di dua tempat. Mekah selama 13 tahun dan Madinah selama 10 tahun. Surah Al-Qur'an yang diturunkan di Mekah disebut Makkiyah. Al-Qur'an yang diturunkan di Madinah disebut Madaniyah
Al-Qur'an mengandung 114 surat, 6236 ayat, 74437 kalimat dan 324345 huruf. Masa turunnya yang 23 tahun dapat dibagi dalam dua fase yaitu:
1)      Fase Mekah, dalam waktu  selama 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, yakni sejak 17 Ramadan 41 dari kelahiran Nabi Muhammad sampai awal Rabiulawal tahun 54 dari kelahiran Nabi di Mekah kira-kira 19/30 atau 86 surah.
2)      Fase Madinah, dalam waktu 9 tahun, 9 bulan, 9 hari. Di Madinah kirakira 11/30 atau 28 surat
Ciri surah yang diturunkan di Mekah atau Makkiyah sebagai berikut:
1)      Pada umumnya surahnya pendek-pendek
2)      Terdapat perkataan "Ya ayyu han nasu". Artinya Hai sekalian manusia.
3)      Berhubungan dengan keimanan atau akidah. Berisi ancaman, pahala, dan kisah umat sebelumnya
Ciri surah Madaniyah sebagai berikut:
1)      Ayatnya panjang-panjang.
2)      Terdapat perkataan "Ya ayyuhallazina amanu". Artinya: "Hai orang-orang yang beriman".
3)      Mengandung hukum, sosial kemasyarakatan muamalah, dan ibadah.

Al-Qur'an terdiri dari 30 juz meliputi 6.666 ayat. Ayat tersebut dibagi menjadi 114 surah. Wahyu Al-Qur'an terakhir adalah Surah Al-Maidah ayat 3. Ayat tersebut diterima ketika Nabi Muhammad sedang Haji Wada'. Pada tahun 10 hijriah, tanggal 9 Zulhijah, ketika melakukan wukuf di Padang Arafah.


b.       Nama-nama lain Al-Quran
Allah juga memberi beberapa nama lain bagi kitab-Nya

1)      Al-Kitab artinya tulisan atau yang ditulis. Al-Qur'an merupakan wahyu Allah yang tertulis dalam sebuah kitab suci.
2)      Al-Furqan artinya pembeda antara yang benar dengan yang salah.
3)      Az-Zikr artinya peringatan. Al-Qur'an berisi peringatan-peringatan dari Allah swt. Peringatan agar manusia senantiasa ingat kepada pencipta-Nya.
4)      Al-Huda artinya petunjuk. Al-Qur'an berfungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia.
5)      Al-Burhan artinya keterangan. Al-Qur'an menerangkan semua permasalahan yang dihadapi umat manusia.
6)      An-Nur artinya cahaya. Al-Qur'an laksana cahaya penerang bagi manusia dari kegelapan.
7)      Asy-Syifa' artinya obat penawar. Al-Qur'an berfungsi sebagai penyembuh bagi orang-orang yang sakit rohaninya.
8)      Al-Hakim artinya pemutus perkara

c.       Pokok-pokok Kandungan Al-Quran

1)      Menjelaskan tentang keimanan, akidah, kepercayaan kepada Allah swt..
2)      Memuat berbagai macam ilmu pengetahuan.
3)      Ibadah, yaitu tentang cara beribadah kepada Allah.
4)      Ajaran tentang akhlak, yaitu pembentukan budi pekerti yang mulia.
5)      Menjelaskan tentang hukum, peraturan, atau syariah.
6)      Muamalah, hubungan antarmanusia.
7)      Menjelaskan kisah-kisah atau cerita. Para nabi, orang terdahulu, dan peristiwa yang akan datang.
8)      Memberi kabar baik kepada yang taat menjalankan perintah Allah swt.. Ancaman atau peringatan kepada yang ingkar kepada Allah swt.

Beberapa cara Al-Qur'an diwahyukan sebagai berikut.
1)      Melalui malaikat dengan memasukkan wahyu ke dalam hatinya.
2)      Malaikat menampakkan diri kepada Nabi Muhammad saw.. Malaikat berubah menjadi seorang laki-laki. Caranya dengan mengucapkan kata-kata kepada Nabi Muhammad saw.. Beliau akan menghafalnya.
3)      Wahyu datang kepadanya seperti gemerincing lonceng.
4)      Malaikat menampakkan diri dalam bentuk aslinya

Keistimewaan Al-Qur'an sebagai berikut.
1)      Isi kandungan Al-Qur'an ditujukan kepada seluruh umat manusia.
2)      Susunan kalimat dan perkataannya sangat indah.
3)      Teori yang berlaku untuk segala zaman.
4)      Al-Qur'an adalah kitab Allah yang tidak ada bandingannya.
Hikmah diturunkan Al-Qur'an secara berangsur-angsur.
1)      Agar mudah dimengerti, dipahami, dan dilaksanakan.
2)      Mudah dihafal.
3)      Turunnya ayat sesuai dengan peristiwa yang terjadi.
4)      Terdapat ayat-ayat yang merupakan jawaban. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan. Berisi pula penolakan sesuatu pendapat atau perbuatan


Al-Qur'an adalah kitab suci terakhir. Diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. sebagai pedoman. Al-Qur'an menjadi dasar hukum pertama dalam kehidupan. Tidak ada kitab yang diturunkan sesudah Al-Qur'an. Al-Qur'an menyempurnakan isi Taurat, Zabur, dan Injil. Al-Qur'an pedoman hidup sampai akhir zaman.
Al-Qur'an di zaman Nabi Muhammad saw. tidak seperti sekarang. Ayat Al-Qur'an yang turun langsung disampaikan kepada para sahabat. Beliau memerintah para sahabat menghafalkannya. Memerintahkan penulis wahyu Al-Qur'an menulisnya. Menulis pada batu, kulit binatang, pelepah kurma, atau tulang belulang.
Beberapa penulis wahyu Al-Qur'an pada zaman Nabi muhammad saw.. Ali bin Abi. Talib, Usman bin Affan, Ubay bin Ka'ab, Zaid bin Muawiyah. Zaid bin Sabit dan Muawiyah paling baik menulisnya. Nabi Muhammad saw. memerintahkan untuk memelihara Al-Qur'an.
1)      Selalu membaca dan menghafal Al-Qur'an.
2)      Mewajibkan agar Al-Qur'an dibaca dalam salat
3)      Ayat-ayat Al-Qur'an saja yang ditulis. Tujuannya agar benar-benar terjamin kemurnian Al-Qur'an.

Masa pemerintahan Abu Bakar terjadi Perang Yamamah. Perang antara umat Islam melawan pengikut nabi palsu. Tujuh puluh sahabat Nabi Muhammad gugur dalam peperangan. Mereka semua hafal Al-Qur'an. Umar bin Khattab memberi saran kepada Abu Bakar. Sarannya agar segera membukukan Al-Qur'an. Abu Bakar memerintah Zaid bin Sabit sebagai penulis.
Zaid bin Sabit mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur'an. Ditulis dalam lembaran yang diikat dengan benang. Tersusun sesuai dengan urutan yang ditetapkan Nabi Muhammad saw.. Zaid mengerjakannya dengan hati-hati. Setelah Abu Bakar wafat, lembaran-lembaran disimpan di rumah Umar bin Khattab. Selanjutnya disimpan di rumah Hafsah putri Umar istri Nabi saw..
Usman bin Affan meminta lembaran Al-Qur'an kepada Hafsah. Lembaran Al-Qur'an yang pernah ditulis di zaman Abu Bakar. Usman bin Affan membentuk panitia untuk menyalinnya. Panitia tersebut Zaid bin Sabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, dan Abdur Rahman bin Haris. Mereka berhasil membukukan lima buah Al-Qur'an. Masing-masing disebut Al Mushaf. Mushaf tersebut dikirim ke Mekah, Syria, Kufah, dan Basra. Satu mushaf disimpan di Madinah untuk Usman sendiri. Umat Islam mulai menyalin Al-Qur'an hingga akhir zaman.


Sumber :  Pendidikan Agama Islam 5, Asmuri, Siti Rofiâatun, Moh. Muchtarom; Hak Cipta Buku ini dialihkan kepada Kementerian Pendidikan Nasional dari Penulis Asmuri, dkk. Diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2011


Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: