Rabu, 19 Mei 2021

_Keberkahan Waktu Pagi

ad300
Advertisement
Waktu pagi sangat identik dengan perasaan segar karena ia hadir bersama terbitnya sang fajar yang menandakan semangat pagi untuk menggapai asa, meningkatkan produktivitas kerja. Dilain sisi, pagi juga bisa membuat orang terbuai rasa malas karena ia hadir bersama buaian yang begitu menggoda tubuh dan mata untuk tetap bermimpi tanpa mewujudkannya lewat kerja nyata.
Pagi adalah waktu yang penuh keberkahan karena banyaknya kebaikan yang terkumpul diwaktu tersebut, dalam terminology agama dikenal dengan istilah كـــثرة الخــــير atau زيادة الخــــير, yaitu berkumpulnya kebaikan, atau bertambahnya kebaikan. Mengingat pentingnya waktu ini dan agungnya keberkahan di dalamnya serta banyaknya kebaikan yang ada, tidak heran jika para salafus shalih terdahulu membenci tidur dan menyia-nyiakan waktu pagi dengan bermalas-malasan. ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ketika beliau melihat anaknya tidur di waktu pagi. Beliau menegur dengan ucapan,
قُم، أتنام في الساعة التي تقسَّم فيه الأرزاق
“Bangun! Apakah Engkau tidur pada waktu di mana rezeki sedang dibagikan?”
Itulah sebabnya orang tua wanita kita terdahulu tidak akan membiarkan suami dan anak-anaknya keluar rumah tanpa manikmati sarapan dari hasil tangannya. Mereka seolah tidak rela jika nutrisi pertama dipagi hari yang akan melewati kerongkongan dan menguatkan tubuh dan fikiran orang-orang yang dicintainya bersumber dari makanan hasil buatan orang lain. Mereka tidak rela kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dari aktivitas jari-jari terampil mereka dalam mengolah dan menyiapkan hidangan dan mengurus rumah tangga di waktu pagi yang penuh berkah sebagaimana yang didoakan oleh Rasulullah Saw.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”
Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: