Selasa, 23 April 2019

Reward Vs Punishment

ad300
Advertisement

Tiba-tiba saja Riswan atau yang lebih akrab dipanggil Attong datang menghadapkan dirinya sembari menuturkan kesalahan yang telah diperbuatnya. Dengan penuh ta’zhim ia bertutur: “Pak! saya minta maaf, tadi saya lambat bangun sehingga datang terlambat ke sekolah”. Plong, saya diam seribu Bahasa mendengarkan kepolosan anak ini.

Dilematis…, adalah kosa kata yang mungkin tepat untuk menggambarkan posisi saya sebagai seorang pendidik. Satu sisi Attong harus diberikan “treatment” atas kesalahannya datang terlambat sebagai upaya untuk membuatnya tidak mengulangi lagi perbuatannya dan sebagi pelajaran bagi teman-temannya yang lain agar tidak mengikuti perbuatan tersebut. Namun, dilain sisi Attong berhak mendapatkan penghargaan yang layak atas sikap dan karakter positif yang telah ditampilkannya.

Pada kasus ini, Attong telah menunjukkan karakter negative dan positif yang ditampilkan secara bersamaan. Pertama, Kedisiplinan. Keterlambatannya datang ke sekolah menunjukkan rendahnya karakter kedisiplinan yang dimilikinya. Kedua, Keberanian. Meskipun ia sadar telah berbuat salah tetapi ia tetap memperlihatkan sikap keberanian untuk mengakui kesalahannya. Ketiga, Kejujuran. Anak ini mengetahui bahwa ia bisa saja selamat dari ancaman hukuman atas kesalahan yang telah diperbuatnya dengan cara menyembunyikan kesalahannya, tetapi ia lebih memilih jujur mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya. Keempat, Tanggung jawab. Sikap keberaniannya untuk jujur mengakui kesalahannya menunjukkan karakternya yang siap bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah dilakukannya. Singkatnya, ada 1 karakter negative yang telah diperbuatnya, namun kemudian hal itu diiringi oleh 3 karakter positif.

Bijaksana adalah kata yang tepat dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik. Kasus seperti Attong sangat sering dijumpai oleh setiap guru. Ketika perspektif yang digunakan adalah pandangan terhadap perilaku kesalahan yang diperbuat, maka “treatment” yang digunakan pasti akan berorientasi pada punishment atau hukuman sehingga si anak akan merasa menyesal dengan pengakuan yang telah dilakukannya. Sebaliknya, jika perspektif yang digunakan adalah dengan melihat ketulusan, kejujuran, keberanian dan tanggung jawab yang ditampilkannya setelah berbuat kesalahan, maka “treatment” apakah yang cocok untuk diberikan kepada Attong?

Setiap pendidik pasti memiliki jawabannya masing-masing.



#pendidikankarakter
#mendidikanak
#rewardandpunishment

Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: